my picture

my picture
Novia yulianti

Jumat, 26 November 2010

MATERI PEMBELAJARAN IPA SD KLS V SEMESTER 1


SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

1.       Konsep atau Pokok Bahasan
Proses  pernapasan mahluk hidup sangat ditentukan oleh anggota tubuh bagian dalam mahluk hidup tersebut.
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi.
Alat  Pernapasan pada Manusia terdiri atas :
·         Hidung
·         Faring
·         Trakea
·         Bronkus
·         Bronkiouls
·         paru-paru


Gambar 1.1 alat pernapasan
1.1  Rongga Hidung 

         Bernapas yang paling baik adalah melalui hidung.  Hidung mempunyai dua lubang yang dibatasi oleh sekat rongga hidung. Di belakang rongga hidung terdapat dinding rongga hidung, dalam dinding rongga hidung tersebut terdapat bulu hidung dan selaput lendir.
         Pada saat kita berrnapas, udara masuk melalui lubang hidung. Udara yang masuk kedalam rongga hidung belum tentu bersih, tetapi adakalanya banyak mengandung debu dan kotoran lain. Debu atau kotoran yang terisap bersama udara disaring oleh bulu hidung. 
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.

1.2 Pangkal Tenggorok 
         Pangkal tenggorokan dilengkapi dengan selaput tipis yang disebut membran mukosa dan klep. Selaput tipis ini mempunyai dua lipatan yang berfungsi sebagai pita suara. Sedangkan klep berfungsi untuk membuka dan menutup saluran pernapasaan. Pada waktu menelan makanan, klep tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas klep membuka.

1.3  Batang tenggorok 

      Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Trakea terdiri dari susunan tulang-tulang rawan yang membentuk cincin fungsinya sebagai tempat lewatnya udara pernapasan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua percabangan ini disebut Bronkia ( satu cabang tenggorokan disebut bronkus ) Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).

1.4 Paru-paru

    Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh suatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
    Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah. Di dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.

1.5 Proses Pernapasan 

  Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang. 
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan. 
Ada dua cara melakukan pernapasan yaitu pernappasan perut dan pernapasan dada.

·         Pernapasan dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

·         Pernapasan perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar                                                           
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal).

2.           Kelas / Semester 

            Materi ini diterangkan dan dijelaskan di tingkatan Sekolah Dasar,
Kelas               : V ( LIMA )
Semester          : 1  ( SATU ) 
Yaitu dalam bahasan Bab 1 tentang Alat-alat tubuh bagian dalam Manusia dan Hewan dalam sub pokok mengenai Alat Pernapasan pada Manusia .

3.           Jenis Alat Peraga yang dapat digunakan
      Jenis alat peraga yang kami coba buat adalah Model Pernapasan Pada  Manusia.  tujuan pembuatan alat peraga ini yaitu untuk mengetahui proses pernapasan manusia yang di ajarkan pada Materi pembelajaran tentang sistem pernapasan pada manusia di kelas V semester  Satu. Dimana Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut .

Alat dan bahan yang di butuhkan :
1)      Botol bekas air mineral
2)      2 ( dua ) Sedotan plastik bekas
3)      Sumbat dari plastik
4)      Korek api
5)      Karet gelang
6)      Solasiban / lakban
7)      3 ( tiga ) buah balon karet

4.           Prosedur Pembuatan dan Cara Kerja Alat Peraga 
Prosedur pembuatan Alat peraga
Adapun prosedur atau cara pembuatan alat peraga Model Pernapasan pada manusia adalah sebagai berikut :


1)      Sediakan Alat dan bahan yang dibutuhkan ( Botol bekas air mineral, 2 ( dua ) Sedotan pelastik bekas, Sumbat plastik, Korek api, Karet gelang, Solasiban / lakban, 3 ( tiga ) buah balon karet ).
2)      Gunting bagian bawah botol bekas air mineral sesuai yang di inginkan atau kurang lebih sekitar seperempat bagian dari botol tersebut.
3)      Buat pipa bercabang tiga dari sedotan plastik 
4)      Sumbat kedua cabang pipa menggunakan balon karet yang kemudian di ikat oleh karet gelang, supaya tidak terlepas. ( salah satu cabang sebagai tempat keluar masuk udara )
5)      Tinggal satu balon yang tersisa, kemudian gunting balon karet tersebut dibagian mulutnya.
6)      Masukan pipa cabang yang sudah disumbat oleh balon ke dalam botol bekas yang telah kita gunting, dimana salah satu pipa yang tidak disumbat diletaka kan menjorok ke atas ( ke bagian mulut botol )
7)      Tutup bagian atas botol dengan sumbat plastik yang  telah diberi lubang agar pipa yang menjorok ke mulut botol bisa keluar sebagai jalan masuk udara .
8)      Tutup bagian bawah botol dengan balon karet yang telah dipotong bagian mulutnya, kemudian ikat menggunakan karet / lakban ( solasiban ).
9)      Jika sudah rapat, alat peraga sudah siap untuk digunakan.
10)   Kurang lebih bentuknya akan seperti gambar di bawah ini  :


Gambar 1.2 Alat peraga model pernapasan manusia
                               
                  Cara Kerja Alat peraga 


Cara Kerja dari Alat peraga Model pernapasan pada manusia adalah sebagai berikut :
1)      Tarik balon karet yang dijadikan penutup botol plastik bagian bawah ke arah luar.
Apa yang terjadi dengan balon karet yang ada di dalam tabung ?
Apakah ada udara masuk atau keluar ?
2)      Tekan balon karet yang dijadikan penutup botol plastik bagian bawah ke arah dalam.
Apa yang terjadi dengan balon karet yang ada di dalam tabung ?
Apakah ada udara masuk atau keluar ?
3)      Lepaskan balon karet yang dijadikan penutup botol plastik ke bagian seperti semula.
Apa yang terjadi dengan balon karet yang ada di dalam tabung ?
Apakah ada udara masuk atau keluar ?
4)      Hasil pengamatan kemudian di tulis di buku tugas. Untuk mengetahui hasil kerja dari alat peraga tersebut. Dengan cara mengisi ke tabel seperti berikut ini :

Keadaaan balon karet yang dijadikan penutup tabung plastik transparan
Balon karet di dalam botol plastik
Udara di botol plastik
mengembang
menguncup
masuk
keluar
Di tekan




Di tarik




Di lepaskan





               Ketika karet penutup botol plastik transparan di tarik, ruangan di dalam pipa bertambah besar sehingga tekanan udara di dalam tabung plastik menjadi rendah, kemudian menarik udara dari luar masuk sehingga balon di dalam botol plastik menjadi mengembang.
              Sedangkan ketika karet penutup botol plastik bagian bawah ditekan, ruangan di dalam pipa plastik menjadi menyempit dan tekanan udara di dalam tabung plastik semakin tinggi, sehingga udara di dalam pipa keluar maka terjadilah balon di dalam botol plastik menguncup atau mengempis. Begitu pula  ketika karet penutup botol plastik dilepaskan, maka akan kembali seperti semula.
               Kejadian ini sama seperti proses pernapasan pada manusia.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar